Featured Post

10 Tips Diet Sehat Bagi Wanita

fenurs.com -Seperti janji saya pada artikel sebelumnya, kali akan membahas 10 tips diet sehat bagi wanita agar memiliki tubuh langsing, i...

Belajar Dari Jatuhnya Brand Besar Dunia

Belajar Dari Jatuhnya Brand Besar Dunia

fenurs.com-Sebuah kisah begitu digjayanya raksasa ponsel kala itu, saking digjayanya bahkan di anggap mampu mendominasi pasar hingga beberapa dekade kedepan. Namun tampaknya ekspetasi itu makin kabur  hingga klimaksnya pun terjadi, kabut senja bersemayam di kantor pusat Nokia dikota Helsinki Finlandia kala itu. Tak ada yang menyangkah, bagaimana tidak? dalam sejarah penggunaan handphone, brand Nokia dicap sebagai brand sejuta umat.

Namun sayangnya nokia malah terpinggirkan, dimana waktu itu kita menyaksikan drama robohnya nokia dalam panggung industri ponsel global. Di banyak negara pangsa pasar nokia jatuh bertumbangan dan pahitnya dalam tiga tahun saham nokia kian anjlok hingga 80 persen, yang jelas ini sama dengan kehancuran.

Hingga akhirnya CEO nokia Jorma Ollila mengumumkan akuisi Microsoft terhadap nokia,

Jorma sempat berkata:
Kami selalu berpegang teguh terhadap visi misi kami bertahun-tahun, sebuah visi misi  yang membawah kami merajai pangsa pasar dunia. Tapi saya tidak tahu, kenapa sekarang kami justru bisa kalah.

Sebuah kalimat yang mengharukan, yang menandakan Hegemoni nokia saat itu. Berkaca pada hal itu, apa yang salah? Bagaimana nokia yang begitu digjayanya menjadi pecundang. Tidak ada yang salah memang, tapi nyatanya DUNIA berubah begitu cepat. Mereka dibuat terlena, melewatkan pembelajaran yang penting, melewatkan perubahan dan akhirnya melewatkan momentum.

Jadi ada beberapa hal yang bisa kita petik:

Pertama, mempertahankan kedigjayaan itu tidaklah mudah, tak peduli berapa persen keunggulan jika terlena maka siap-siap akan digantikan.

Kedua, Nokia bergerak terlalu lambat. Kompetisi perangkat mobile sebenarnya sudah mulai memanas semenjak tahun 2007, dimana apple merilis iPhone pertamanya. Namun nokia acuh dan tetap percaya dengan OS symbiannya hingga 2011. Ketika pesaingnya bermunculan, semua sudah terlambat. Nokia seolah gagap ketika meminang Microsoft yang waktu itu masih prematur dalam dunia mobile kala itu.

Hal yang terjadi pada nokia bisa juga terjadi pada kita. Kita kadang terlalu takut untuk berubah, kita bahkan merasa enggan belajar hal baru karena tidak ada gunanya untuk hidup ke depan. Kita bahkan sering jumawah dan lupa diri ketika sedang berada di puncak, seolah-olah akan merasa terus di puncak selama-lamanya dan serta dengan entengnya meremehkan kompetitor yang di anggap belum berpengalaman. Namun nyatanya kompetitor-kompetitor yang belum berpengalaman itu yang akhirnya menampar kita dengan kerasnya, namun saat tersadar semua sudah terlambat.

Maka dari itu kita harus menyadari bahwa hari esok terus berganti, begitulah arah hidup. Sehingga mari membekali diri dengan tidak cepat berpuas diri.

Share artikel pendek ini, kalau sekiranya pembaca merasa menemukan manfaat setelah membacanya, terimakasih.(fns)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Belajar Dari Jatuhnya Brand Besar Dunia"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel