Featured Post

10 Tips Diet Sehat Bagi Wanita

fenurs.com -Seperti janji saya pada artikel sebelumnya, kali akan membahas 10 tips diet sehat bagi wanita agar memiliki tubuh langsing, i...

Lebih Hemat Mana Taksi Online Dengan Kendaraan Pribadi

fenurs.com-Kehadiran transportasi online di tengah masyarakat Indonesia lambat laun menjadi sebuah kebutuhan yang tidak  terpisahkan dalam kehidupan sehari–hari. Tanpa di sadari kehadiran mereka sangat membantu.

Sebelumnya, model transportasi konvensional seperti angkot dan ojek dinilai sudah cukup, namun saat ini tren sudah bergeser kedigital, kebutuhan akan transportasi bisa dilakukan  melalui smartphone sebagai media.
Pengguna bisa dengan mudah mengakses aplikasi penyedia layanan transportasi online seperti (Go-jek dan Grab). Pada aplikasi tersebut tertera detail mulai dari profil driver, jenis dan nopol kendaraan serta tarif yang dikenakan.

Selanjutnya saya akan mencoba melakukan komparasi biaya, menggunakan jasa transportasi online vs menggunakan mobil pribadi.

Kira-kira lebih hemat mana ya? simak ilustrasi di bawah.

Ilustrasi
Sebagai ilustrasi, sebut nama fns. Berdomisili di kota sidoarjo melakukan perjalan ke tempat kerja di kota surabaya, dengan asumsi jarak tempuk 25 km, sehingga pulang-pergi menempuh jarak 50 km.
Biaya Transportasi Online
Ketika menggunakan transportasi online, biaya  perjalanan yang dikeluarkan 150 ribu rupiah (pulang-pergi).

Biaya Memakai Mobil Pribadi
Anggap mobil fsn sebuah LCGC dengan patokan rute dalam kota konsumsi BBM  Pertalite 1:14km dengan harga per liter 7.800 Rupiah. Maka dalam sehari fns membutuhkan BBM kurang  lebih 4 liter, atau senilai 31.200 Rupiah per hari.

Dari sini terlihat jauh lebih murah menggunakan mobil pribadi, namun kita belum menghitung running cost dari mobil tersebut.

Kendaraan seperti mobil membutuhkan perawatan berkala, terkadang seseorang mampu membeli sebuah mobil namun tidak memikirkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan mobil secara berkala di bengkel resmi.

Tidak sedikit keteledoran servis dan pemahaman terhadap mobil yang buruk menyebabkan sejumlah kecelakaan di negeri ini. Merawat mobil agar selalu dalam kondisi prima itu tidak mudah, selain harus menyiapkan budget secara rutin, jumlah yang dikeluarkan pun tidak murah.

Berikut budget yang harus disiapkan :
  • Biaya servis berkala/rutin
  • Biaya insiden, klaim OR apabila mobil di asuransikan
  • Biaya servis besar penggantian kopling dan rem serta Ban
  • Biaya perawatan sekunder seperti cuci mobil dan salon
  • Biaya tambahan seperti pajak, parkir dan tol
Mari kita simulasikan, contoh dari rata–rata biaya servis dibagi dalam rentang waktu dan kilometer tertentu.
Perhitungan Komparasi  Biaya per Tahun
Kita buat dalam 1 tahun, kita  anggap hari kerja dalam 1 tahun ada 300 hari, maka fns dalam 1 tahun menempuh 15 ribu km, sementara  asumsi biaya perawatan LCGC dalam rentang 20 ribu km kita akan mendapatkan nota biaya sekitar 1,3 juta Rupiah (ganti oli plus filter udara)

Kita kalkulasi, fns menggunakan taksi online, fns dalam 1 tahun harus mengeluarkan uang sebesar 45 juta Rupiah (150b ribu dikali 300 hari). Sementara dengan menggunakan mobil pribadi fns akan mengeluarkan biaya pembelian BBM 8,3 juta + servis 1,3 juta (45 juta vs 9,6 juta).

Loh..kok jomplang ya?
Kira–kira apa yang belum dihitung?
Yes, biaya dari pembelian mobil itu sendiri, anggap harga second LCGC 120 juta Rupiah. Sementara sebagai kaum urban kita anggap pemakaian dalam jangka 3-5 tahun dijual. Maka bisa dikatakan biaya mobil dalam satu tahun berkisar 24-40 juta Rupiah. Disini kita ambil patokan pemakaian 5 tahun sehingga mendapatkan angka 24 juta per tahunnya.

Sampai saat ini biaya yang di keluarkan dalam 1 tahun  menggunakan transportasi online berada di angkah 45 juta vs biaya mobil pribadi 35.1 juta (harga mobil di bagi lima, ditambah biaya BBM, dan ganti oli).

Loh, kok masih mahal taxol ya?  
Biaya apalagi ya yang belum dihitung?

Mari kita coba mengkalkulasi biaya slow moving parts
  • Kopling, standar penggunaan 100 ribu km. Harga 1,2 juta 
  • Rem, standar penggunaan sekitar 60 ribu km. Harga 500 ribu
  • Ban, standar penggunaan 40 ribu km. Harga satuan 500 ribu, 4 unit 2 juta 
Dengan asumsi kopling bertahan sampai 100 ribu km dan pembagian untuk kopling rem dan ban akan disesuaikan dengan jarak 15 ribu km, Maka : 
  • Rincian kasar 15 ribu km kopling akan memakan biaya 82 ribu 
  • Rem 125 ribu 
  • Ban 800 ribu Pajak kendaraan 1,5 juta
Sampai disini 45 juta vs 37.607.000, lalu apalagi ya?

Apakah sudah selesai?
Apakah kalkulasi diatas  sudah memberi jawaban? 

Kalian boleh menyimpulkan bahwa mobil pribadi lebih hemat. Tetapi jangan lupa bahwa stres dan macet ketika berkendara sangat melelahkan bagi pengemudi dan sulit bila dinilai dengan uang. 

Sebagai saran, apabila tetap memilih kendaraan pribadi agar lebih ekonomis dan tidak capek adalah memiliki teman jalan, syukur–syukur  kalau bisa menggantikan peran kalian dalam mengemudi.  

Plus yang di dapat, memiliki mobil pribadi berarti mempunyai bagasi untuk menaruh keperluan lain.

Lanjut lagi, perhitungan yang  dilakukan sebelumnya berdasarkan asumsi pembelian mobil secara cash, apabila kredit biaya menjadi bertambah 20 juta. Sehingga 45 juta vs 57.607.000

Nah, jadi lebih unggul taksi online kan?

Namun harus diingat kembali, pada umumnya masyarakat membeli sebuah brand agar value saat dijual tidak turun, coba kita tambahkan faktor tersebut. 

Anggap mobil seharga 120 juta memiliki depresiasi 25%, sehingga harga jual berkisar 90 juta pada 4 tahun berikutnya. Kita bagikan 4 akan mendapat angka 22,5 juta per tahun untuk dikurangi dengan perhitungan diatas.

Ketika disimpulkan berdasarkan variabel tersebut maka komparasi menjadi 45 juta vs 25.607.000

Kesimpulan
Yes, kira–kira seperti itulah dinamika transportasi online vs mobil pribadi. 

Semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan, sebenarnya prefer memakai taksi online karena lebih less worry dan juga ada alternatif ojek online di aplikasi yang sama. 

Namun alangkah baiknya apabila tarif  dibikin lebih murah. 
Tetapi kedepan biaya taksi online sepertinya condong naik bukan turun.

Kembali ke 45 juta vs 25.607.000, Melihat selisih harga yang terpaut hingga puluhan juta, kemungkinan daya beli masyarakat terhadap mobil baru tidak akan terbendung  lagi.(fns)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lebih Hemat Mana Taksi Online Dengan Kendaraan Pribadi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel