Featured Post

10 Tips Diet Sehat Bagi Wanita

fenurs.com -Seperti janji saya pada artikel sebelumnya, kali akan membahas 10 tips diet sehat bagi wanita agar memiliki tubuh langsing, i...

Kolonialisme Zaman Now

Masyarakat kekinian kecanduan dengan gaya hidup baru dalam beraktifitas ekonomi, Yaitu ? Apa pun serba online, mulai dari belanja, transportasi hingga pelesir, semua serba di lakukan di smartphone. Moment ini menjadi raksasa bisnis baru yang bermula dari  sebuah Konsep menjadi Start-Up.
Kini start-up menjelma menjadi korporasi dengan Valuasi di atas US$ 1 Miliar atau lebih dari Rp.13 Triliun, biasa di sebut  UNICORN. Mulai dari Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka menjadi primadona asing untuk menggelontorkan dana.

Lantas masihkah Unicorn-Unicorn ini seutuhnya milik Bangsa ?

KOLONIALISME ZAMAN NOW
Sebuah pertanyaan bagi kita, apa yang sebenarnya terjadi, mengapa kemudian hal ini terjadi ?

Gojek, Gojek kalau anda tahu dan membuka aplikasinya melalui smartphone misal, itu mempunyai banyak sekali pilihannya, dari mulai Go Car, Go Ride, Go Food, Go Mart, Go Send dan Go Go lainnya yang serba Go. Serba online semuanya, dan ternyata hal tersebut sangat di perhatikan oleh investor asing , kita tidak heran dan kita pun menganggap suatu hal yang wajar, karena mereka yang punya Capital dan berani berinvestasi.

Indonesia cukup berbangga karena Nadiem Makarim atau William Tanujaya misalnya dan teamnya membuat sebuah konsep yang menjadi Back True dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu pesan apa pun Online...yang mobil ada, motor ada massage semua bisa di pesan online, Ini  kita sangat  apresiasi dan sangat menyayangi produk-produk konsep anak bangsa ini.

Kita ibarat buah sedang ranum-ranumnya, dan kemudian kita melihat pada fakta, bagaimana perusahaan-perusahaan raksasa dari Amerika seperti Google, kemudian dari Tiongkok Tencent, kemudian juga Temasek Holding asal Singapura ternyata mereka paham betul dan punya nadi bisnis sangat kental dalam darahnya. Bagaimana mereka jor-joran memberikan suntikan dana pada Gojek.

Pada Tahun :

  • 2017 Tencent Holding menyuntikan dananya Rp.16 Triliun, bila di konversi ke dalam rupiah dengan kurs saat waktu tersebut.
  • 2108 Google menggelontorkan investasi ke Gojek sebesar Rp.15,9 Triliun

Bisa di bayangkan perusahaan sebesar Google, Temasek, tak mungkin tidak membuat perhitungan bisnis ketika akan menyuntikan dana. Mereka melihat pasar yang sangat  besar di Indonesia, mereka tahu candunya masyarakat Indonesia untuk pesan apa pun secara online. Karena lebih efesien ketika di kota-kota besar misalnya macet dan sebagainya dan ini menjadi sebuah solusi. Dan ketika ada Market, ceruk itu langsung di isi oleh investor asing.

Kita apresiasi, karena memang harus begitulah start-up untuk berkembang.

Gojek juga mandi investasi dari NSI Ventures, DST, Rakuten juga masuk Capital Group. Artinya Masif sekali orang tahu, bahwa Gojek adalah Primadona saat ini, Gojek adalah Life Style. Dan sesungguhnya kita tidak pernah tahu berapa persen kepemilikan Nadiem Makarim atau investor-investor dalam negeri yang ada di dalamnya. Tapi menjadi bukti, perusahaan raksasa asing tidak main-main kalau menginvestasikan dana, mereka sudah membuat perhitungan "saya inves 1 Triliun akan untung berapa dan di tahun ke berapa akan mendapatkan keuntungan" artinya ada potensi keuntungan yang sangat besar sehingga Gojek menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang di minati oleh perusahaan luar negeri.

Dari Gojek bergeser ke Tokopedia
Membernya apa...Gold ?
Seringkali kita belanja di Tokopedia menjadi solusi kita berbelanja karena tidak punya waktu
Kita lihat ALIBABA menyuntikan dana Rp.14,7 Triliun ke dalam tokopedia dalam investasi bisnisnya, kemudian juga NSI Ventures, Soft Bank juga memberikan suntikan dana ke tokopedia, kenapa ?
Karena ini Brand, Brandnya sudah sangat melekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Mereka tidak hanya menciptakan fasilitas untuk belanja online, E-Commerce atau transportasi online , mereka mempunyai Payment Gateway, mereka memasukannya dalam satu pintu satu Aplikasi.

Konsepnya sangat cerdas, Investor Asing juga tidak kalah cerdas

Kita lihat bersama, bagaimana masuk juga ke Bukalapak, Bukalapak  juga  merupakan  Karya Anak Bangsa, bagaimana Gree  Ventures, 500startup, QueensBridge masuk rame-rame menggelontorkan dana ke Bukalapak.

Satu lagi Unicorn yang kita ulas


Anda ketika akan pelesir, liburan bersama keluarga, belanja atau cek Resort, Air Plane nya dimana ? Mungkin salah satunya Traveloka. Karena traveloka merupakan Unicorn dengan Valuasi lebih dari Rp.13 Triliun, dan ada empat Investor  " JD.com, Global Founder Capital, Sequqia dan Last Ventures" yang menyuntikan dananya ke Traveloka.

Jadi artinya apa ?

Lihatlah Unicorn-unicorn karya anak Bangsa ini, mereka mendapatkan nilai-nilai yang sangat baik di mata investor asing. Di satu sisi kita cukup positif, tapi pesan apa yang ingin kita sampaikan ? Ini tidak hanya sebatas belanja, ini bukan kita menyediakan fasilitas bayar di Payment Gateway, Tapi ini tentang 4 kata " DATA ".

Unicorn unicorn ini  bisa memprofile link  aktivitas kita setiap hari.

Mereka bisa tahu aktivitas kita, apa yang kita favoritkan, kapan kita belanja, apa yang kita mau,  itu mahal sekali harganya

Bahkan Ekonom di dunia sudah sepakat, bahwa DATA pentingnya melebihi komoditas minyak yang sebelumnya menjadi Primadona di era tahun 80 an. Data adalah masa depan, investor asing sangat tahu yang mereka inginkan "DATA"

Tapi ingat juga, bahwa MENKOMINFO sudah melindungi walaupun hanya dengan PERMENHUB, belum dengan Undang- Undang. UU data konsumen yang nantinya akan di masukan ke UU sendiri meski pun belum menjadi Prioritas.

Apakah ini bentuk KOLONIALISME ZAMAN NOW ? itu masih menjadi pertanyaan bagi kita. Karena kita butuh investasi untuk berkembang Cepat dan Pesat maka di butuh kan Investasi  dan mungkin pemerintah ini bisa jadi A Lord bagi pemerintah. Kalau kita ingin menjadi raja E-Commerse di ASEAN di tahun 2020, kita harus berbenah mulai sekarang. Agar karya anak bangsa ini bisa menjadi milik bangsa secara utuh.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kolonialisme Zaman Now"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel