Featured Post

10 Tips Diet Sehat Bagi Wanita

fenurs.com -Seperti janji saya pada artikel sebelumnya, kali akan membahas 10 tips diet sehat bagi wanita agar memiliki tubuh langsing, i...

Jack Ma - CEO Alibaba, Raja e-Commerce Asia Pensiun

Jack Ma secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai Chairman of the Board dari Grup Alibaba. Setelah membangun sebuah perusahaan e-commerce  terbesar di Asia itu sejak tahun 1999, Jack Ma mengambil  keputusan mundur dari Alibaba dan menunjuk Daniel Zhang untuk menggantikan posisinya pada tahun depan.
Siapa yang tak mengenal Jack Ma ? Pria  kelahiran Hangzhou, 53 tahun silam tersebut di kenal dunia sebagai warga China daratan pertama yang  bisa muncul di majalah biliuner dunia Forbes.

Kisah Jack Ma dalam merintis karirnya hingga bisa sukses menjadi salah satu orang terkaya di dunia merupakan  bagian salah satu inspirasi dalam berjuang terbaik sepanjang sejarah.

Sebelum memiliki harta dengan nilai US$ 36,6 miliar atau Rp 530 triliun (kurs Rp 14.500), Jack Ma merupakan pemuda biasa yang dilahirkan dari keluarga dengan tingkat ekonomi lemah. Orangtuanya  berprofesi sebagai pemusik dan pendongeng tradisional, sementara ayahnya hanya mendapatkan tunjangan pensiun bulanan sebesar sekitar Rp 500.000 untuk menghidupi keluarganya.

Kesuksesan  yang di raih Jack Ma berawal dari kemahirannya dalam berbahasa Inggris. Hal itu di dapatnya lewat pengalaman bekerja selama delapan tahun menjadi pemandu wisata di sebuah hotel di kampung halamannya tempat ia tinggal.

Setelah tumbuh menginjak usia 20 tahun, Jack Ma kemudian melanjutkan sekolahnya ke sebuah Universitas  Keguruan Hangzhou dan meraih gelar sarjana di bidang bahasa Inggris. Jack Ma kemudian menjadi seorang guru di universitas dengan  mendapatkan gaji  hanya sekitar Rp. 140.000an setiap bulan.

Setelah itu  barulah Jack Ma yang sudah berusia kepala tiga akhirnya mengenal dan menyukai dengan yang namanya komputer dan internet. Semua itu ia dapatkan setelah merantau ke Amerika Serikat  dan meninggalkan karir  sebelumnya sebagai dosen.

Pada usia yang bisa di bilang cukup tua, Tidak membuat Jack Ma yang tadinya gagap teknologi akhirnya berhasil belajar lewat lingkungan sekitarnya.

Hampir sekitar lima tahun  ia mempelajari komputer dan internet serta seluk beluknya, Jack Ma kemudian kembali ke China dan mendirikan perusahaan rintisan yang pada awalnya dipandang aneh oleh orang-orang sekitarnya.

Meski sangat baru mengenal yang namanya komputer dan internet, namun Jack Ma bisa berhasil mengalahkan ketakutannya untuk belajar suatu hal baru. Begitulah awal  mulah Alibaba dibentuk hingga akhirnya bisa menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia. Jack Ma pun tanpa henti terus mengembangkan sayap bisnisnya ke negara-negara Eropa dan Asia.
Saat ini bisnis Alibaba semakin besar dan telah menjalar ke mana-mana. Raksasa toko online  yang juga barasal  dari China  tersebut bahkan  telah mengakuisisi saham  beberapa perusahaan e-commerce asal Turki, Trendyol. Akuisisi saham oleh perusahaan e-commerce milik Jack Ma ini merupakan bagian rencana  untuk ekspansi global Alibaba Group.

Tak hanya itu, Jack Ma juga membangun dan menguatkan jaringan bisnis di Indonesia. Lewat Alibaba Jack Ma melakukan investasi  besar senilai US$ 1,1 miliar ke Tokopedia, Tokopedia merupakan salah satu situs marketplace terbesar di Indonesia. Hal itu menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.

Investasi yang sudah di lakukan itu untuk memperkuat ekspansinya di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya di Tokopedia  saja, Jack Ma pun  melalui  Alibaba juga menambah investasi sebesar US$ 2 miliar ke Lazada per Maret 2018.

Sebelum ekspansi masuk ke e-commerce dalam negeri, Alibaba pun sudah lebih dulu masuk ke Indonesia melalui unit bisnis yang menaungi UCWeb dan anak-anaknya seperti UCNews dan UCBrowser.

Sampai dengan saat ini perusahaan e-commerce tersebut mencatat memiliki kapitalisasi pasar US$ 500 miliar atau setara dengan Rp 6.655 triliun.

Pencapaian tersebut membuat perusahaan yang dipimpin oleh Jack Ma ini bergabung dengan perusahaan yang sudah ada di klub Rp 6.655 triliun, yakni seperti Tencent, Apple, Alphabet (induk dari Google), Microsoft, Amazon, dan Facebook.

Kini Jack Ma akhirnya memutuskan kembali ke dunia awalnya sebagai pengajar, seperti yang dijanjikannya saat awal Alibaba berdiri.

Jack Ma berujar :
Saya berencana untuk bisa terus menjalankan peran saya sebagai pendiri dari Alibaba Partnership dan terga terus berkontribusi dalam kerja sama ini. Saya juga ingin kembali ke dunia pendidikan  sebagai pengajar, dunia yang selalu memberikan saya kebahagiaan karena saya sangat mencintai apa yang sudah saya lakukan.




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jack Ma - CEO Alibaba, Raja e-Commerce Asia Pensiun"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel