Featured Post

10 Tips Diet Sehat Bagi Wanita

fenurs.com -Seperti janji saya pada artikel sebelumnya, kali akan membahas 10 tips diet sehat bagi wanita agar memiliki tubuh langsing, i...

Fakta Freeport Indonesia

Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia sungguh sangat melimpah, sehingga Indonesia menduduki peringkat ke Dua negara di dunia dengan Biodiversitas (keaneragaman hayati) tertinggi setelah Brasil. Dengan fakta itu sumber daya alam Indonesia baik itu hayati maupun non hayati menjanjikan kekayaan alam yang bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Seperti di sektor Emas dan Tembaga, Indonesia menduduki peringkat teratas di dunia di sektor tambang tersebut.

Lalu dimana letak tambang peringkat teratas di dunia tersebut itu ya ?

Yup...tepat sekali, letak tambangnya terletak di dataran tinggi Tembagapura di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Indonesia, yang sekarang ini di kelolah oleh PT Freeport Indonesia. Namun kondisi alam di tempat tersebut sekarang menjadi memprihatinkan, dan ada keuntungan dan kerugian dari adanya pertambangan Freeport tersebut.

Kali ini  saya kupas fakta-fakta mencengangkan hasil pertambangan PT Freeport Indonesia.


Sejarah Awal
Awal berdirinya PT Freeport Indonesia memiliki fakta kisah yang sangat unik, sebenarnya tambang yang di kelolah PT Freeport Indonesia sekarang  berawal dari ketidak sengajaan dengan kata lain tidak sengaja di ketemukan. Sebenarnya penjelajahan ke tanah Papua oleh ahli Geologi saat itu yaitu mencari kebenaran tentang keajaiban alam yang berada di puncak Gunung Jaya Wjaya, yakni Salju Abadi.

Hal ini merujuk pada catatan pertama oleh Kapten Johan Carstensz pada tahun 1623

Yang Berisi :
Di perairan sebelah selatan tanah Papua dan jauh di pedalaman ada Gunung yang teramat tinggi dan pada bagian-bagian puncaknya tertutup oleh salju

Namun catatan dari Kapten Johan Carstensz menjadi cemoohan karena banyak yang beranggapan bahwa tidak akan ada wilayah bersalju di Garis Katulistiwa,  akan tetapi catatan dari kapten johan carstensz menjadi pemicu dari rasa penasaran para ahli untuk membuktikan kebenaran dari puncak Gunung Jaya Wijaya yang memiliki Salju Abadi. Dan setelah itu di lakukan Ekspedisi yang di lakukan oleh beberapa tim ahli Geologis untuk menjelajah tanah Papua demi untuk membuktikan catatan kapten johan carstensz tersebut.

Beberapa  tim ahli Geologi pada kurun waktu yang sangat lama di tanah Papua, hingga akhirnya pada tahun 1930 dua pemuda dari Belanda yang bernama Jean Jacques Dozy dan Colijd memulai petualangan mereka untuk mencapai puncak Carstensz. Dan inilah yang membuka awal pertambangan di Papua. Enam tahun berselang tepatnya tahun 1936 Dozy dan Colijd beserta tim tanpa sengaja menemukan Ertsberg (Gunung bijih) dan tahun 1939 Dozy membuat catatan mengenai Ertsberg yang di temukannya, namun karena pecahnya Perang Dunia ke II catatan dari Dozy tersebut tidak di perhatikan.

Barulah pada tahun 1960 Biologis Forbes Willson yang bekerja untuk Freeport membaca catatan Dozy sangat tertarik tentang yang di tulisnya, lantas Forbes Willson memimpin sebuah ekspedisi untuk menemukan kembali Ertsberg, guna melakukan penelitian serta penilaian lebih lanjut terhadap tempat tersebut.

Hasilnya pada tahun pada tahun 1967 Kontrak Karya Pertama PT Freeport Indonesia tercipta, dan di tahun itu pula PT Freeport Indonesia melakukan operasinya.


ERTSBERG & GRASBERG
Tambang Ertsberg dan Grasberg yang di kelolah oleh PT Freeport Indonesia

Tambang Ertsberg, Tambang ini tambang awal dari hasil kontrak karya PT Freeport Indonesia yang memiliki ketinggian +3600 MDPL dari permukaan laut. Dari awal pengerukan Freeport sampai dengan tahun 1988 Gunung tersebut hampir seluruh bagiannya di gali dan rata dengan tanah. Semenjak saat itu Gunung tinggi milik Indonesia hilang dari muka bumi ini.

Pada tahun 1988 PT Freeport Indonesia  menemukan cadangan baru di dekat Ertsberg dan sekarang ini di kenal dengan tambamg Grasberg. Penemuan tambang baru itu menggemparkan dunia, pasalnya yang terkandung di dalamnya memiliki cadangan Emas nomor Satu di dunia, selain itu tambang Grasberg cadangan Tembaganya nomor Tiga terbesar di dunia.

Panda tahun 1991 kontrak karya II di tanda tangani berlaku 30 Tahun, dan cadangan Sumber Daya Allam di gali oleh Freeport.

Kerugian dan Keuntungan
PT Freeport Indonesia adalah anak perusahaan dari Freeport McMoran Copper & Gold Inc yang memiliki kantor di Amerika Serikat. Dengan aset terbesarnya yang berada di Indonesia, tentu seharusnya bangsa Indonesia mendapatkan untung yang sangat besar dari pertambangan yang di lakukan oleh PT Freeport Indonesia, namun pada kenyataannya berbanding terbalik dengan status negara yang memiliki tambang emas terbesar di dunia. Dari awal berdirinya PT Freeport Indonesia negara Indonesia memiliki saham kurang dari 10%, yakni tepatnya hanya 9,36%, sangat dramatis dan menyedihkan.

Kurangnya perhatian serta keseriusan pemerintah terhadap hal ini menjadikan Indonesia tidak terlalu mendapatkan keuntungan dari  adanya PT Freeport Indonesia.

Dan akhirnya lebih dari setengah abad lamanya, Indonesia mendapatkan 51% saham Freeport Indonesia pada Tahun 2018

Presiden Negara Republik Indonesia Tahun 2018 menuturkan :

Untuk mendapati kesepakatan itu, Indonesia melakukan Negosisasi yang sangat alot dan sensitif. 

Dengan kepemilikan saham 51% yang di miliki sekarang, itu merupakan Prestasi yang sangat luar biasa positif bagi bangsa Indonesia, dan dengan itu pula Indonesia dengan resmi menjadi pemegang saham mayoritas di PT Freeport Indonesia.

Dampak lingkungan
Kehadiran kegiatan pertambangan di tanah Papua tentu saja langsung berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya. Dampak nyata Alam yang pertama adalah hilangnya Gunung Bijih yang di miliki negara Indonesia, selain itu hasil pertambangan Grasberg menyisahkan lubang mengangah yang sangat lebar berukuran lebih +200 ribu Hektar dan memiliki ke dalaman +230 KM persegi.

Bahkan saking besarnya lubang itu sampai bisa terlihat dengan jelas pada Google Earth, dan bayangkan saja besar dan dalamnya lubang Grasberg bisa menelan dengan mudah Burj Khalifah yang di daulat sebagai gedung tertinggi di dunia. Selain itu dampak yang lain, seperti pencemaran sungai-sungai yang berada di sekitarnya. Juga dampak yang di rasakan masyarakat Indonesia yang berada di area dekat tambang menjadi PR bagi pemerintah Indonesia untuk membenahi dampak yang di timbulkan.

Dan itulah fakta-fakta yang mencengangkan dari adanya PT Freeport Indonesia, semoga kita semua bisa belajar untuk lebih bisa memahami Sumber  Daya Alam yang berada di Negeri ini ' Indonesia '




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Fakta Freeport Indonesia"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel